Panduan Zakat dalam Islam

Zakat adalah ibadah dan kewajiban dengan aturan yang bergantung pada jenis harta serta keadaan pemiliknya. Panduan ini memperkenalkan dasarnya melalui Al-Qur’an dan kumpulan hadis Sunni. Mazhab Sunni yang diakui berbeda dalam sebagian perincian; berkonsultasilah dengan guru yang berilmu untuk perhitungan pribadi. وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. — Al-Qur’an 2:43

Apa itu zakat?

Zakat adalah kewajiban yang ditetapkan, dibayarkan dari harta yang memenuhi syarat kepada penerima yang berhak sebagai ibadah. Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Kata ini berkaitan dengan penyucian dan pertumbuhan; bukan sekadar sumbangan sukarela. [1, 2]

Kembali ke atas

Kedudukan dan tujuannya

Allah memerintahkan orang beriman mendirikan salat dan menunaikan zakat, serta menjelaskan sedekah sebagai sarana penyucian. Zakat memadukan ibadah dengan kepedulian kepada orang yang membutuhkan. Nabi ﷺ memerintahkan agar zakat diambil dari yang berkewajiban dan diberikan kepada orang miskin yang berhak. Menunaikannya tidak menggantikan pemenuhan hak atau utang lainnya. [1, 3]

Kembali ke atas

Zakat, sedekah sunah, dan zakat fitrah

Zakat harta memiliki syarat yang terkait dengan aset dan pemiliknya. Sedekah sunah boleh diberikan melebihi jumlah wajib dan tidak perlu menunggu batas minimum atau satu tahun. Zakat fitrah adalah kewajiban tersendiri yang berkaitan dengan akhir Ramadan; tidak dihitung sebesar 2,5% dari harta. [2, 4]

Kembali ke atas

Siapa yang bertanggung jawab?

Secara umum, Muslim yang memiliki harta wajib zakat dan memenuhi syaratnya bertanggung jawab atas zakat tersebut. Kewajiban berkaitan dengan harta dan pemiliknya; tidak terbatas pada laki-laki atau pegawai. Mazhab Sunni berbeda tentang sebagian syarat, termasuk zakat harta anak atau orang yang tidak memiliki kemampuan akal. Wali hendaknya memperoleh bimbingan tepercaya untuk harta tersebut. Zakat fitrah memiliki aturan tersendiri. [3, 4]

Kembali ke atas

Kepemilikan, nisab, dan tahun kamariah

Nisab adalah batas minimum yang memenuhi syarat untuk jenis harta tertentu. Kepemilikan penuh dan syarat lain perlu diperhatikan. Untuk uang, emas, dan perak, satu tahun kamariah biasanya dihitung setelah batas yang memenuhi syarat tercapai; perlakuan terhadap naik turunnya nilai, penambahan, dan pengurangan berbeda antarmazhab. Hasil pertanian memiliki aturan waktu berbeda: zakat jatuh tempo saat panen, bukan setelah satu tahun kamariah. [5, 6]

Kembali ke atas

Memahami batas emas dan perak

Batas klasik mencakup dua puluh dinar emas dan dua ratus dirham perak. Keduanya lazim diperkirakan setara 85 gram emas murni dan 595 gram perak murni; konversi dan standar ulama dapat berbeda. Ini adalah berat, bukan nilai uang tetap. Untuk mata uang, ulama berbeda apakah menggunakan nisab emas atau perak serta tentang sebagian perincian penilaian. Gunakan harga setempat terkini dan bimbingan berilmu yang konsisten. [5]

Kembali ke atas

Pemeriksaan tahunan praktis

Catat tanggal ketika harta yang memenuhi syarat pertama kali mencapai nisab yang sesuai, lalu periksa setelah satu tahun kamariah. Nilai aset wajib zakat yang dimiliki pada tanggal jatuh tempo, pertimbangkan utang dan pengurangan yang berlaku menurut mazhab yang diikuti, serta pastikan batas dan syarat lain terpenuhi. Simpan catatan; jangan menganggap kalender Masehi sama panjang dengan tahun kamariah.

Kembali ke atas

Uang, simpanan, dan tarif umum

Uang tunai, saldo bank, dan simpanan yang memenuhi syarat umumnya diperiksa bersama aset moneter terkait lainnya. Untuk emas, perak, uang, dan persediaan dagang yang memenuhi syarat, tarif umumnya seperempat puluh, atau 2,5%, setelah syarat berlaku terpenuhi. Tarif ini bukan tarif universal untuk semua hasil pertanian, ternak, atau aset lain. Bunga dan penghasilan haram memerlukan perlakuan tersendiri; tidak menjadi halal dengan membayar zakat. [5]

Kembali ke atas

Contoh sederhana

Sebagai contoh saja: jika, setelah menerapkan aturan terkait, seseorang memiliki 10.000 satuan harta yang memenuhi nisab dan syarat satu tahun kamariah, maka 2,5% adalah 250 satuan. Mata uang setempat dan nilai nisab terkininya harus diperiksa tersendiri. Contoh ini menganggap jumlah yang ditunjukkan sebagai jumlah yang memenuhi syarat; tidak menentukan utang mana yang boleh dikurangi.

Kembali ke atas

Emas, perak, dan perhiasan

Emas dan perak memiliki nisab yang ditetapkan dan tarif seperempat puluh jika syarat terkait terpenuhi. Periksa kandungan logam mulia sebenarnya, alih-alih menganggap logam campuran atau berat emas 18 karat sebagai emas murni. Mazhab Sunni berbeda mengenai perhiasan untuk penggunaan pribadi yang dibolehkan; simpanan investasi dan perhiasan hendaknya dinilai dengan bimbingan tepercaya, tanpa mengklaim semua ulama memegang satu pendapat. [5]

Kembali ke atas

Properti dan barang pribadi

Rumah yang ditinggali, perabot rumah biasa, pakaian, dan mobil untuk penggunaan pribadi tidak otomatis wajib dizakati sebagai barang dagangan. Properti yang disimpan untuk dijual kembali sebagai usaha dapat diperlakukan berbeda dari rumah, properti sewaan, atau tanah tanpa niat dagang yang jelas. Kepemilikan, tujuan, dan perubahan niat perlu dinilai dengan saksama.

Kembali ke atas

Barang dagangan dan persediaan

Untuk barang yang benar-benar disimpan bagi perdagangan, nilai persediaan layak jual serta uang usaha dan piutang terkait yang memenuhi syarat menurut aturan yang berlaku. Peralatan penggunaan pribadi dan persediaan dagang berbeda. Penilaian, utang, dan perlakuan suatu aset bergantung pada sifat usaha dan mazhab yang diikuti; hindari menerapkan satu perhitungan secara membabi buta.

Kembali ke atas

Saham, reksa dana, dan hasil investasi

Saham, reksa dana, dan pengaturan dana pensiun berbeda dalam kepemilikan, akses, dan aset dasarnya. Saham yang dibeli untuk dijual kembali dapat dinilai berbeda dari investasi jangka panjang. Dividen dan uang yang dapat diakses mungkin memiliki perlakuan tersendiri. Dapatkan rincian dan bimbingan tepercaya; seluruh harga pasar, keuntungan saja, atau satu persentase otomatis mungkin tidak sesuai untuk setiap kepemilikan.

Kembali ke atas

Utang dan piutang

Utang nyata yang menjadi kewajiban Anda tidak selalu dikurangi seluruhnya: mazhab berbeda tentang utang, jumlah jatuh tempo, dan jenis aset yang memengaruhi perhitungan. Piutang kepada Anda dapat tertagih atau meragukan; kepemilikan, harapan pelunasan, dan waktu pembayaran memengaruhi perlakuannya. Catat masing-masing secara terpisah dan carilah bimbingan, alih-alih menganggap setiap pinjaman diabaikan atau dikurangi.

Kembali ke atas

Penghasilan, gaji, dan simpanan baru

Gaji itu sendiri bukan pajak zakat bulanan khusus. Uang yang tersisa sebagai simpanan dipertimbangkan bersama harta lain yang memenuhi syarat. Ulama berbeda apakah tambahan berikutnya mengikuti tanggal jatuh tempo yang ada atau memiliki tanggal tahun kamariah tersendiri. Seseorang dapat membuat catatan bertanggal yang konsisten dan memperoleh bimbingan; membayar lebih awal jika dibolehkan dapat memudahkan pengelolaan.

Kembali ke atas

Tanaman dan hasil pertanian

Hasil pertanian memiliki aturan tersendiri dan dinilai saat panen; zakat tidak menunggu satu tahun kamariah. Hadis menyebut nisab lima wasak: satu wasak adalah enam puluh sa, sehingga lima wasak adalah 300 sa menurut volume. Beratnya berbeda menurut hasil pertanian. Mazhab Sunni berbeda tentang tanaman yang tercakup dan perlakuan biaya. Sepersepuluh diriwayatkan untuk tanaman yang mendapat air hujan atau pengairan alami, dan setengah dari sepersepuluh untuk pengairan yang memerlukan usaha atau biaya. Pengairan campuran dan biaya modern memerlukan bimbingan; tarif uang maupun konversi kilogram tetap tidak sesuai untuk setiap tanaman. [6, 7, 8]

Kembali ke atas

Hewan ternak

Unta, sapi, dan kambing atau domba yang digembalakan dapat memiliki nisab dan ketentuan jumlah yang disebutkan dalam sunah; jenis, jumlah, tujuan, pakan, dan kepemilikan memengaruhi hukumnya. Misalnya, hadis menyebut batas lima unta dan ketentuan tersendiri untuk kambing atau domba. Jangan menerapkan 2,5% tanpa membedakan pada semua hewan atau menganggap setiap hewan tercakup. Tanyakan ketentuan yang benar kepada guru berilmu. [6, 9]

Kembali ke atas

Aset lain dan kasus khusus

Aturan khusus dapat berlaku untuk mineral, harta terpendam, dan aset lainnya. Tarif dan syaratnya berbeda dari simpanan biasa. Jika suatu keadaan tidak dibahas jelas di sini, carilah bimbingan alih-alih menyimpulkan bahwa tarif 2,5% berlaku untuk semuanya.

Kembali ke atas

Siapa yang boleh menerima zakat?

Al-Qur’an menyebut delapan golongan penerima zakat: إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ “Sesungguhnya zakat itu untuk orang fakir, orang miskin, para pengelolanya, orang yang dilunakkan hatinya, memerdekakan orang dari perbudakan, orang yang berutang, di jalan Allah, dan musafir yang kehabisan bekal.” — Al-Qur’an 9:60 [10]

Kembali ke atas

Memahami delapan golongan

Fakir dan miskin tidak memiliki kecukupan; petugas yang memenuhi syarat mengelola zakat; golongan yang dilunakkan hatinya memiliki syarat yang diakui; pembebasan dari perbudakan dan orang berutang yang memenuhi syarat menangani kebutuhan khusus; “di jalan Allah” dan musafir kehabisan bekal ditafsirkan menurut fikih Sunni. Kelayakan dan penyaluran memiliki syarat terperinci. Mazhab Sunni berbeda tentang berapa golongan atau penerima yang harus menerima suatu pembayaran. [10]

Kembali ke atas

Memberi kepada kerabat dan keluarga

Kerabat yang berhak dapat memperoleh manfaat silaturahmi sekaligus sedekah. Ada batasan terkait orang yang nafkahnya sudah menjadi kewajiban pemberi; mazhab Sunni berbeda dalam sebagian kasus, termasuk istri memberi kepada suami yang berhak. Zainab bertanya tentang memberi kepada suami dan anak yatim, lalu Nabi ﷺ menegaskan adanya pahala sedekah dan hubungan kekerabatan. Tanyakan hubungan dan kebutuhan khusus Anda. [11]

Kembali ke atas

Batasan lain dan kebutuhan setempat

Zakat diamanahkan untuk tujuan yang sah dan tidak boleh digunakan sekadar karena suatu proyek menarik. Ada aturan khusus terkait keluarga Nabi ﷺ dan kasus lain, dengan perincian ulama yang diakui. Lembaga amal setempat yang tepercaya dapat membantu mengenali penerima yang berhak; pemindahan ke daerah lain mungkin diperbolehkan sesuai aturan dan kebutuhan yang berlaku. Pastikan penerima atau lembaga akan menyalurkannya secara tepat. [3, 10, 12]

Kembali ke atas

Cara dan waktu membayar

Ketika zakat jatuh tempo, bayarlah tanpa penundaan yang tidak dibenarkan, dengan niat zakat. Sebagian mazhab membolehkan pembayaran di muka jika syaratnya terpenuhi. Ramadan adalah waktu penuh berkah untuk sedekah, tetapi orang yang tahun zakatnya berakhir pada bulan lain tidak boleh otomatis menunda hingga Ramadan. Simpan catatan jumlah yang dibayar dan tujuan penyalurannya.

Kembali ke atas

Niat dan penyaluran yang bertanggung jawab

Niat berada dalam hati: tentukan bahwa pembayaran adalah zakat wajib; melafalkan rumusan tidak diperlukan. Berikan dengan hormat, tanpa mempermalukan penerima atau mengungkapkan informasi pribadinya tanpa kebutuhan. Wakil tepercaya yang ditunjuk boleh membantu menyalurkan dana. Pajak dan sumbangan tidak otomatis menjadi zakat; perlakuannya bergantung pada niat, penerima, dan aturan yang berlaku.

Kembali ke atas

Zakat yang terlewat dan kesalahan

Jika zakat terdahulu terlewat atau salah dihitung, buat catatan saksama dan perkiraan wajar, mohon ampun, serta bayarlah yang terutang sesegera mungkin. Utang rumit, catatan yang tidak tersedia, atau perhitungan yang diperselisihkan mungkin memerlukan bimbingan individual. Sumbangan sukarela yang diberikan dahulu tidak otomatis menggantikan zakat tanpa niat yang diperlukan.

Kembali ke atas

Zakat fitrah: siapa dan apa

Zakat fitrah berbeda dari zakat harta tahunan. Nabi ﷺ menetapkan satu sa makanan seperti kurma atau jelai bagi Muslim, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sa adalah ukuran volume; beratnya berbeda menurut makanan. Tanggung jawab atas tanggungan, kemampuan, dan bentuk pembayaran yang diperbolehkan memiliki perincian, dan mazhab Sunni berbeda tentang pembayaran dengan uang. Ikuti bimbingan setempat yang benar. [4, 13]

Kembali ke atas

Zakat fitrah: waktu dan penerima

Berikan zakat fitrah sebelum salat Id kepada orang yang berhak, secara langsung atau melalui wakil berwenang yang tepercaya dan dapat menyalurkan tepat waktu. Pembayaran lebih awal dibolehkan dalam batas yang dibahas ulama; sebuah riwayat menyebut pemberian satu atau dua hari sebelum Id. Zakat ini terutama membantu orang yang membutuhkan. Melewatkan waktu utama tidak membenarkan mengabaikan kewajiban: carilah bimbingan dan bayar yang masih menjadi tanggungan. [13, 14]

Kembali ke atas

Daftar periksa praktis

1. Daftar aset dan kepemilikannya. 2. Tentukan golongan aset yang wajib zakat dan tanggal jatuh temponya. 3. Periksa nilai nisab terkini dan tahun kamariah jika berlaku. 4. Terapkan tarif yang benar dan pengurangan yang sah. 5. Niatkan zakat, pilih penerima yang berhak, dan catat pembayarannya. 6. Periksa zakat fitrah secara terpisah pada akhir Ramadan. Untuk kasus yang meragukan, carilah bimbingan Sunni yang berilmu.

Kembali ke atas

Sumber

[1] Al-Qur’an: Al-Baqarah 2:43 dan At-Taubah 9:103. [2] Sahih al-Bukhari 8; Sahih Muslim 16. [3] Sahih al-Bukhari 1496. [4] Sahih al-Bukhari 1503. [5] Sunan Abi Dawud 1573. [6] Sahih al-Bukhari 1405; Al-Qur’an, Al-An’am 6:141. [7] Sahih al-Bukhari 1483; Sahih Muslim 981. [8] Sahih al-Bukhari 1484. [9] Sahih al-Bukhari 1454. [10] Al-Qur’an: At-Taubah 9:60. [11] Sahih al-Bukhari 1466. [12] Sahih Muslim 1072. [13] Sahih al-Bukhari 1503 dan 1509. [14] Sahih al-Bukhari 1511. Penomoran hadis dapat berbeda antar edisi.

Kembali ke atas